Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"MBG" dan "SPPG" Ala Tebet, Kreativitas yang Sempat Diperingatkan

Kompas.com, 9 April 2026, 09:09 WIB
Add on Google
Muhammad Isa Bustomi

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Di sebuah sudut Tebet, Jakarta Selatan, kreativitas tumbuh dari hal sederhana yakni konsep sarapan pagi.

Namun, dari spanduk kecil yang memajang singkatan “MBG”, “BGN”, dan “SPPG”, percakapan meluas, dari sekadar dagangan, menjadi tafsir yang lebih dalam.

Lapak itu menjual menu sederhana, dari roti hingga nasi chicken katsu, dengan harga sekitar Rp 12.000.

Baca juga: Kehadiran MBG dan SPPG ala Pedagang Sarapan di Tebet

Tapi yang membuatnya ramai bukan hanya harga, melainkan nama.

Istilah yang digunakan terasa familiar di telinga publik, menyerupai program pemerintah, namun dipelesetkan menjadi lebih ringan, Mantap Banget Gila, Badan Ganjel Nyarap, hingga Solusi Perut Paling Gawat.

Nama yang mengundang perhatian

Bagi Zainurrahman (29), pemilik lapak, semua berawal dari spontanitas.

Ide itu muncul dari obrolan santai bersama dua rekannya, tanpa perencanaan panjang.

“Lebih kurang semingguan yang lalu kami mulai. Awalnya kami bertiga, setelah shalat Isya, kami ngumpul. Enggak lama, kepikiran lah untuk buat bisnis gitu kan,” ujar Zainur, saat ditemui, Rabu (8/4/2026).

Pemilihan nama “MBG” bukan kebetulan. Ia sadar istilah itu sedang ramai dibicarakan.

Di jalanan yang padat, perhatian menjadi kunci.

Baca juga: Mencicipi Sarapan “MBG” Rp 12.000 di Tebet, Warga Bisa Titip Jualan

“Yang penting mereka ngelihat dari namanya, ‘Oh, MBG’, kayak gitu kan. Ya awal-awal memang anak sekolah sih banyak yang datang gitu kan, awalnya ngetes, nyoba, dan segala macam,” tutur dia.

Upaya itu diperkuat dengan pembuatan logo hingga jingle di media sosial.

Lapak kecil itu pun perlahan ramai, bukan hanya oleh pembeli, tetapi juga rasa penasaran.

Di balik itu, ada upaya lain yang berjalan: melibatkan warga sekitar.

Sebagian makanan yang dijual merupakan titipan dari dapur-dapur kecil di lingkungan sekitar.

Halaman:


Terkini Lainnya
Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres Jakbar Belum Padam hingga Dini Hari
Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres Jakbar Belum Padam hingga Dini Hari
Megapolitan
Asap Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres Jakbar Diduga Mengandung Bahan Kimia Beracun
Asap Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres Jakbar Diduga Mengandung Bahan Kimia Beracun
Megapolitan
Polisi Ungkap Asal 1.494 Sepeda Motor di Gudang Jaksel yang Hendak Diselundupkan ke Afrika
Polisi Ungkap Asal 1.494 Sepeda Motor di Gudang Jaksel yang Hendak Diselundupkan ke Afrika
Megapolitan
Istri Kacab Bank BUMN Minta Terdakwa Pembunuh Suaminya Dihukum Berat dan Dipecat dari TNI
Istri Kacab Bank BUMN Minta Terdakwa Pembunuh Suaminya Dihukum Berat dan Dipecat dari TNI
Megapolitan
Kebakaran Pergudangan Miami Jakbar Disertai Ledakan, 100 Personel Damkar Diterjunkan
Kebakaran Pergudangan Miami Jakbar Disertai Ledakan, 100 Personel Damkar Diterjunkan
Megapolitan
Pengangguran hingga Mahasiswa Terlibat Sindikat Curanmor di Bekasi
Pengangguran hingga Mahasiswa Terlibat Sindikat Curanmor di Bekasi
Megapolitan
Kebakaran di Pergudangan Miami Jakbar Hanguskan 4 Bangunan, Sempat Terdengar Ledakan
Kebakaran di Pergudangan Miami Jakbar Hanguskan 4 Bangunan, Sempat Terdengar Ledakan
Megapolitan
Polisi Ungkap 19 Kasus Curanmor di Bekasi, 25 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap 19 Kasus Curanmor di Bekasi, 25 Tersangka Ditangkap
Megapolitan
Soal Pelimpahan Berkas Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Akan Kami Sampaikan Proses Ending-nya
Soal Pelimpahan Berkas Kasus Ijazah Jokowi, Polisi: Akan Kami Sampaikan Proses Ending-nya
Megapolitan
Di Balik Perjuangan Bela Pekerja Migran, Anis Hidayah Hadapi Teror dan Intimidasi Bertahun-tahun
Di Balik Perjuangan Bela Pekerja Migran, Anis Hidayah Hadapi Teror dan Intimidasi Bertahun-tahun
Megapolitan
Antisipasi Hantavirus, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional
Antisipasi Hantavirus, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan Penumpang Internasional
Megapolitan
Pendapatan Parkir Blok M Rp 100 Juta Sehari, Setoran ke Pemerintah Tak Sampai 60 Persen
Pendapatan Parkir Blok M Rp 100 Juta Sehari, Setoran ke Pemerintah Tak Sampai 60 Persen
Megapolitan
Parkir Blok M Resmi Diambil Alih Dishub, Sistem Lama Dihapus Total
Parkir Blok M Resmi Diambil Alih Dishub, Sistem Lama Dihapus Total
Megapolitan
Penyebab Truk Ekskavator Tabrak RM Padang di Bekasi: Rem Blong Saat Menanjak
Penyebab Truk Ekskavator Tabrak RM Padang di Bekasi: Rem Blong Saat Menanjak
Megapolitan
Oditurat Militer Berencana Jenguk Andrie Yunus di RSCM
Oditurat Militer Berencana Jenguk Andrie Yunus di RSCM
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
"MBG" dan "SPPG" Ala Tebet, Kreativitas yang Sempat Diperingatkan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat